Rabu, 12 Desember 2012

THE ROSE WITHIN


A certain man planted a rose and watered it faithfully and before it blossomed, he examined it. He saw the bud that would soon blossom, but noticed thorns upon the stem and he thought,

“ How can any beautiful flower come from a plant burdened with so many sharp thorns?” Saddened by this thought, he neglected to water the rose, and just before it was ready to bloom... it d

ied.

So it is with many people. Within every soul there is a rose. The good qualities planted in us at birth, grow amid the thorns of our faults. Many of us look at ourselves and see only the thorns, the defects.

We despair, thinking that nothing good can possibly come from us. We neglect to water the good within us, and eventually it dies. We never realize our potential.

Some people do not see the rose within themselves; someone else must show it to them. One of the greatest gifts a person can possess is to be able to reach past the thorns of another, and find the rose within them.

This is one of the characteristic of love... to look at a person, know their true faults and accepting that person into your life... all the while recognizing the nobility in their soul. Help others to realize they can overcome their faults. If we show them the “rose” within themselves, they will conquer their thorns. Only then will they blossom many times over.

Wise Advice : The most favorable friend to me is that who shows me my flaws

A LOVELY MORAL STORY FOR KIDS




There is a small girl who lives with her Father in their small house cozy house but with comfort. Her father is an engineer an architect and he is a hardworking man. The daughter is a nice girl who adores her 
father. She so likes to seat beside her father drawing table for hours and adores the drawings that her father makes. Sometimes it is a house sometimes it is a building. She always says to her father with blinking eyes ''Daddy you are so great, so design houses and buildings...''

Her father smiles and pinches her nose ''No angel, I just draw it, then there are some experts who build it in real...''

His daughter looks at him, ''But if you not design it correctly they can not build it, rite... so you are the greatest'' she insist adoring her father.

Her father smiles again then lifts her to his lap, kisses her forehead and says ''My angel listen to me, you know that I always teach you that all in this world belongs to .....'', the father looks to his daughter's eyes waiting for an answer ... ''Allah the only God'', she answers confidently ''Right answer” says her father proudly. ''So, all my talent, my knowledge n everything I have also does not belong to me. Its all bestowed by Allah swt'', he continues his words... ''But Allah gave it to you, like you gave me this teddy n the teddy is mine'', the daughter starts to argue….

Her father looked at his daughter, proud of her smart thinking as an 8 years old kid. ''Yes'', he said ''But how if one day I tell you that I want that teddy back...'

''Why you want to take it back?'', she questioned him back while holding her teddy tightly.

''Let say hmmm .....because you do not make good use of it, you show off it to your friends and make them jealous with you. I do not like you doing that so I want it back. What you gonna do?''

''Mmmmm I will give it to you, but I will cry loud and ask you to forgive me'' Hahaha .. Her father laughs. ''Thats I wanna tell you my angel. I must use all my talent and knowledge by good and never use it to show off as Allah does not like it, as I also do not like if you show off to your friends .... So what ever we have its all from Allah n never use it for show off or to do something bad or to do something that make us too proud of ourselves... Or Allah will get a little upset and take it all back to him and we cant do anything just crying n say sorry like you begging your teddy back''

''You understand?'', the father ask with smile
''Yes Daddy'' she answer nicely.
Her father hold her tight n kiss her head ''Thats my angel. I love you my angel''


Senin, 03 Desember 2012

Mencintaimu Selamanya




Seorang ibu menggendong bayi  kecilnya, dengan pelan iya menimang anaknya sambil beryanyi.


Aku akan mencintaimu selamanya,
Aku akan menyayangimu selalu,
Selama aku hidup
anakku, kau akan dapatkan semua rasa itu.

Bayi itu punTumbuh. Dia tumbuh dan dia tumbuh dan dia tumbuh. Dia tumbuh sampai ia berusia dua tahun, Ia berlari-lari di sekitar rumahnya. Dia menarik semua buku dari rak-rak. Dia menarik semua makanan keluar dari lemari es dan ia mengambil jam ibunya dan membuangnya ke toilet. Kadang-kadang ibunya berkata, "anak ini membuatku gila!"

Tetapi pada malam hari, Ia membuka pintu kamar anaknya, merangkak di lantai, mendongak ke sisi tempat tidur, dan jika anaknya benar-benar tertidur dia mengangkatnya dan menimang bayinya sambil bernyanyi


Aku akan mencintaimu selamanya,
Aku akan menyayangimu selalu,
Selama aku hidup
Anakku, kau akan dapatkan semua rasa itu.

Anak kecil itu pun tumbuh dan berkembang sampai ia berumur sembilan tahun. Dan dia tidak pernah ingin makan malam bersama keluarganya, ia tidak pernah mau mandi, dan ketika nenek mengunjunginya, dia selalu mengatakan kata-kata buruk. Kadang-kadang ibunya ingin menjualnya ke kebun binatang!

Tetapi pada malam tiba , ketika anaknya sedang tidur, ibu diam-diam membuka pintu kamarnya, merangkak di lantai dan mendongak ke sisi tempat tidur. Jika anaknya benar-benar tertidur, ia mengangkat kepala anak itu dan kemudian bernyanyi

Aku akan mencintaimu selamanya,
Aku akan menyayangimu selalu,
Selama aku hidup
Anakku, kau akan dapatkan semua rasa itu.

Anak itu terus berkembang sampai ia menginjak usia remaja. Dia memiliki teman-teman yang aneh dan ia mengenakan pakaian yang aneh dan ia mendengarkan musik yang aneh. Terkadang ibu merasa seperti dia di kebun binatang!

Tetapi pada malam hari, saat anaknya tertidur, ibu kembali membuka pintu kamarnya, merangkak di lantai dan mendongak ke sisi tempat tidur. Jika ia benar-benar tertidur dia memeluk anaknya sambil bernyanyi

Aku akan mencintaimu selamanya,
Aku akan menyayangimu selalu,
Selama aku hidup
Anakku, kau akan dapatkan semua rasa itu.

Kini anaknya telah menjadi pria dewasa dan meninggalkan rumah untuk tinggal di kota lain. Tapi kadang-kadang pada malam gelap ibu pergi melintasi kota untuk datang melihat anaknya, ketika lampu dirumah  sudah dimatikan, dia membuka jendela dan masuk, Dia merangkak di lantai dan mendongak ke sisi tempat tidur. Jika anaknya benar-benar tertidur dia duduk di sisi tempat tidur anaknya dan bernyanyi.

Aku akan mencintaimu selamanya,
Aku akan menyayangimu selalu,
Selama aku hidup
Anak ku, kau akan dapatkan semua rasa itu.

akhirnya , ibu  semakin tua. dan semakin  tua. Suatu hari Ia menelepon anaknya dan berkata, "Sebaiknya kau datang menemui ku karena aku sangat tua dan sakit." Mendengar perkataan ibunya si anakpun datang untuk melihatnya. Ketika ia datang dan membuka pintu,  ibu  kembali mencoba menyanyikan lagu untuk anaknya

Aku akan mencintaimu selamanya,
Aku akan menyayangimu selalu

Tapi dia tidak bisa menyelesaikan lagunya karena dia terlalu tua dan sakit-sakitan. Anak itu lalu mendekati ibunya. Dia menggendong dan memeluk ibunya dan bernyanyi

Aku akan mencintaimu selamanya,
Aku akan menyayangimu selalu,
Selama aku hidup
Ibu kau akan selalu dapatkan rasa itu

Ketika Dia  pulang malam itu, ia termenung dan berdiri cukup lama di tangga rumahnya. Kemudian ia pergi ke ruang di mana bayi perempuanya sedang tidur. Dia menggendong dalam pelukannya dan dengan  perlahan-lahan ia menimang anaknya sambil bernyanyi

Aku akan mencintaimu selamanya,
Aku akan menyayangimu selalu,
Selama aku hidup
Anakku, ku akan dapatkan semua rasa itu.












Rabu, 29 Agustus 2012

Nilai dari sebuah Kerja Keras



dulu pernah ada seorang pengusaha kaya yang memiliki seorang putra yang sangat dicintainya tapi sayang sekali anak itu sangatlah malas. Pengusaha itu  menginginkan anaknya menjadi soerang pekerja keras dan bertanggung jawab. Dia ingin anaknya  menyadari nilai dari sebuah kerja keras. 

Suatu hari ia memanggil anaknya dan berkata: ". Hari ini, aku ingin kau pergi keluar dan mendapatkan sesuatu jika kau gagal maka kau tidak akan mendapatkan makanan malam ini"


Didalam hati anak itu, tidak pernah ada sedikitpun niat untuk bekerja, dan Permintaan ayahnya itu sangatlah  menakutkan untuknya, 

Lalu dia pergi kepada ibunya dan menangis. Saat ibunya melihat air mata anaknya, seketika hatinya menjadi luluh. Ibunya menjadi gelisah dia bingung memikirkan apa yang harus dia lakukan untuk menolong anaknya, akhirnya si ibu memutuskan untuk memberikan beberapa koin emas kepada anaknya.

Dan pada malam hari si ayah bertanya kepada anaknya, apa yang sudah dia dapatkan hari ini, si anak segera memberikan beberapa koin emas yang diberikan ibunya tadi siang kepadanya. 

Lalu si ayah menyuruh anaknya untuk membuang koin emas itu kedalam sumur, anak itu  pun menganggukan kepala dan segera pergi  menuju sumur dan membuang koin seperti yang telah di perintahkan oleh ayahnya. 


Sang ayah adalah laki-laki yang bijaksana dan sangat berpengalaman, dia sudah menduga bahwa koin emas yang diberikan oleh anaknya berasal dari pemberian istrinya. 

Hari berikutnya ia mengirim istrinya kerumah orang tuanya di kota,  

Kemudian dia memanggil anak laki-lakinya. 
Kembali dengan sedikit ancaman Ia menyuruh anaknya untuk pergi dan mencari sesuatu di luar  jika anaknya menolak maka dia tidak akan mendapatkan makan malamnya. 

kali ini si anak laki-laki kembali sedih, dia pergi menemui kakaknya dan menangis, karena kakaknya merasa kasihan padanya, akhirnya si kakak memberikan beberapa koin emas yang dia ambil dari tabungannya. si anak laki-laki pun merasa senang dan tersenyum, dan kembali koin tersebut akan ia berikan kepada ayahnya ketika ayahnya pulang.

ketika ayahnya pulang dari toko kembali ia memanggil anaknya dan bertanya apa yang telah didapatkan anaknya hari ini, Si anak lalu melemparkan beberapa koin emas di depan ayahnya, kembali si ayah menyuruh anaknya untuk membuang koin emas  itu kesumur, tanpa banyak bertanya si anak langsung membuang koin tersebut kedalam sumur.

Sekali lagi dengan sangat bijaksana si ayah berkata, Uang tersebut tidak didapat anaknya dengan keringatnya sendiri

Kemudian keesokan harinya si ayah mengirim putrinya kerumah neneknya, 
Dan sekali lagi ia menyuruh anak laki-lakinya untuk keluar dan mendapatkan sesuatu, dan kali ini pun ia  menyuruh anaknya dengan ancaman  bahwa dia tidak akan mendapatkan makan malam, jika dia tidak membawa hasil pulang kerumah.

Kali ini tidak ada seorang pun yang dapat membantunya, tidak ada Ibu atau kakak yang bisa memberikan beberapa koin emas kepadanya, dengan sangat terpaksa dia pergi kepasar untuk mencari pekerjaan. 

dia mendatangi semua toko yang ada di pasar dan menanyakan apakah mereka membutuhkan bantuan.  
Salah satu pemilik toko disana berkata padanya, bahwa dia akan membayar sebesar dua koin emas, jika si anak bisa membawakan kopernya  kerumah.

Si anak tersebut tidak bisa menolak, karena dia takut akan kehilangan makan malamnya. 
Dengan bersusah payah ia memikul koper si pemilik toko di punggungnya, dengan kaki bergetar dan bermandikan keringat serta punggung yang terasa pegal-pegal karena beban yang dibawa terasa terlalu berat, tapi dengan susah payah dia menyelesaikan pekerjannya. 

Si anak laki-laki  merasa sangat lelah, ia pun memutuskan untuk pulang dengan membawa dua koin emas di  tangannya, dalam perjalanan pulang dia berpikir, ayah pasti memintaku untuk melemparkan  koin ini kedalam sumur, kemudian anak itu  pun menangis  karena Ia tidak bisa membayangkan hasil kerja kerasnya di buang begitu saja di dalam sumur.

ketika dia sampai dirumah dia menemui ayahnya, dengan terisak-isak dia berkata :
"Ayah, Seluruh tubuhku terasa sakit, punggung ku luka dan terasa perih  apakah kau akan meminta ku untuk melemparkan koin ini kedalam sumur"?


kali ini si ayah tersenyum, Si ayah berkata kepada anaknya, bahwa seseorang akan merasakan sakit ketika hasil dari kerja kerasnya di buang.

pada dua kesempatan sebelumnya kau dibantu oleh ibu dan kakak mu, karena itulah kau tidak merasakan sakit ataupun sedih ketika aku menyuruh mu membuang koin itu ke sumur. 

Anak laki-laki itu pun terdiam ia menyadari kesalahan yang sudah dilakukannya dan dia pun mengerti akan nilai dari sebuah kerja keras


Dia bersumpah tidak akan malas lagi dan akan membantu ayahnya untuk mengelola usahanya, 


Dengan tersenyum bangga si ayah lalu mengambil sesuatu didalam sakunya, Ia menyerahkan kunci tokonya kepada anaknya, ia menyuruh anaknya untuk mengurus usahanya dan si ayah berjanji akan membimbing anaknya sampai akhir hidupnya

Moral : Kadang pelajaran terbaik dalam hidup berasal dari situasi yang paling sulit






Fox and Grapes





It was a sunny day and fox was walking across the fields. Soon he came to a vineyard. As he came nearer, he could see some bunches of juicy grapes.

The fox looked carefully around him. He had to make sure that he was safe from the hunters. He decided to steal some before anyone came along.

He jumped upwards but he could not reach the grapes. He jumped again as high as he could. He still could not reach them. The grapes were just too high for him!

He was not ready to give up. He backed off, took some running steps and leapt into the air towards the grapes. Again he failed to reach them.

It was getting dark, and he was getting angry. His legs hurt with all that running and jumping. At last he stopped trying.

As he walked away, he said to himself, "I don't really want those grapes. I'm sure they are too sour to eat."

Moral : Sometimes when we cannot get what we want, we pretend that it is not worth having.

Tukang Susu



Seorang gadis pemerah susu sedang pergi ke pasar untuk menjual  susu hasil dari sapi nya pagi ini. Saat ia membawa guci besar berisi susu di atas kepalanya, ia mulai berkhayal tentang semua hal yang bisa ia lakukan setelah menjual susu.

"Dengan uang itu, Aku akan membeli seratus anak ayam untuk  ku pelihara di halaman belakang rumah, Ketika mereka sudah besar.. Aku bisa menjualnya dengan harga yang mahal di pasar."

Saat ia berjalan, ia terus berkhayal
"Kalau ayam-ayamku sudah terjual semua, aku akan membeli dua ekor kambing muda dan membesarkan mereka di bukit yang penuh rumput agar mereka sehat dan tumbuh dengan sempurna, dan aku bisa menjualnya dengan harga yang lebih baik lagi!."

Masih berkhayal, ia berkata pada dirinya sendiri, "Segera, aku akan dapat membeli sapi lagi, dan aku akan memiliki lebih banyak susu untuk dijual, Lalu aku akan memiliki lebih banyak uang ...."

Dengan pikiran-pikiran bahagia, dia mulai melompat dan melompat. Tiba-tiba dia tersandung dan jatuh. Kendi yang berisi susu pecah dan  tumpah ke tanah.

sambil menangis dia berkata "aku tidak akan berkhayal lagi", 

Moral : Do not count your chickens before they are hatched.

Kekayaan yang sebenarnya


Suatu hari seorang ayah dari keluarga yang sangat kaya raya membawa anaknya bepergian ke suatu negara dengan tujuan menunjukkan bagaimana kehidupan orang-orang miskin disana, Hal ini ia lakukan agar anaknya bisa bersyukur atas kekayaan yang dimiliki keluarganya.

Mereka menghabiskan beberapa hari dan beberapa malam di peternakan tersebut agar mereka bisa dianggap sebagai keluarga yang sangat miskin.

Setelah mereka kembali dari perjalanan, sang ayah bertanya kepada putranya,
"Menurutmu bagaimana perjalanan kali ini?" "ini sangat  bagus, Ayah." jawab si anak

"Apakah kau  melihat apa yang orang miskin lakukan?" Tanya sang ayah . 
"Oh yaaa, tentu saja" kata anak. 
"Jadi, apa yang kau pelajari dari perjalanan ini?" tanya ayahnya.

Si anak menjawab, "aku melihat bahwa kita memiliki seekor anjing, sedangkan mereka mempunyai empat ekor anjing.

Kita punya kolam renang yang luasnya sampai ke tengah taman dan mereka memiliki anak sungai yang tidak memiliki akhir." 

"kita memiliki lentera di taman kita dan mereka memiliki bintang-bintang yang bersinar pada malam hari."

"Teras rumah  kita sampai ke halaman depan, dan mereka memiliki cakrawala dunia."

 "kita memiliki sepotong kecil tanah untuk tempat tinggal dan mereka memiliki ladang yang melampaui pandangan kita." 

"Kita memiliki pembantu yang melayani kita, tapi mereka melayani sesamanya."

 "Kita membeli makanan kita, tapi mereka menumbuhkannya sendiri."

 "Kita punya tembok disekeliling rumah untuk melindungi kita, sedangkan mereka punya teman untuk melindungi mereka."

Mendengar semua itu ayah si anak  pun terdiam. Kemudian sang anak menambahkan, 
"Terima kasih ayah kau telah  menunjukkan kepada ku betapa miskinnya kita."

Si Ayah pun merasa malu kepada anaknya.